
Gunung Dempo

Tim Ekspedisi Dempo
Pendakian ke empat, entah ini akan menjadi hobi yang sebenarnya dan akan bersahabat dengan kehidupan saya kedepan atau hanya karena upaya untuk breathtaking dari rutinitas dan pergolakan hati yang tak kunjung stabil. Akan selalu ada cerita dan pengalaman yang berbeda disetiap perjalanan termasuk dalam hal mendaki gunung.
Pendakian saya kali ini menuju Gunung Dempo. Gunung Dempo terletak di Kota Pagaralam Sumatera Selatan. Sudah sejak lama saya memimpikan mendaki gunung ini dan hingga kesempatan itu datang dari sahabat saya yang mengabari akan melakukan pendakian ke Gunung Dempo keesokan harinya. Tanpa basa basi saya terima ajakannya dan langsung packing perlengkapan. Selalu ada sensasi yang menyenangkan dan senyum sumringah ketika packing dan menyusun semua perlengkapan ke dalam carrier.
Jika ditanya mengapa harus mendaki gunung? Mungkin saya hanya bisa menjawab dengan tersenyum dan berkata jawabannya ada disana (gunung). Ketika mendaki maka kita akan sadar bahwa sesuatu yang kita inginkan dalam hidup ini tidak serta merta bisa kita dapatkan begitu saja tetapi perlu perjuangan, proses yang panjang, jatuh bangun, dan rintangan yang harus kita hadapi dan diperlukan kesiapan mental dan alat pendukung lainnya bukan hanya dengan tangan kosong.
Pagaralam adalah kota yang punya banyak potensi wisata alam. Berkendara 6-7 jam dari Palembang Ibukota Sumsel maka kita akan tiba di Pagaralam. Dengan topografi perbukitan dan dilintasi oleh bukit barisan yang membentang sepanjang pulau sumatera, kota pagaralam memiliki udara yang sejuk. Saya dan tim tiba di kota pagaralam ketika fajar dan setelah sarapan kami memulai pendakian melalui jalur Tugu Rimau 1820 Mdpl yang merupakan jalur favorit bagi para pendaki Gunung Dempo.
Gerbang Awal Pendakian (Tugu Rimau) |

Tugu Rimau
Tak semudah yang dibayangkan ternyata jalur pendakian sungguh ekstrim dan di kombinasi oleh akar dan pohon tumbang yang berserakan sepanjang jalur pendakian. Tidak seperti gunung lainnya, tak banyak shelter atau pos yang disediakan di jalur pendakian ini. Hanya ada 3 shelter hingga sampai ke pelataran (camping ground). Shelter yang terbatas bukan berarti jalur pendakian kali ini bisa ditempuh dengan mudah karena jarak dari tiap shelter sangatlah jauh dan menguras tenaga.
Medan Pendakian |
Seperti di jalur cibodas TNGP, di jalur pendakian gunung dempo juga ditemui tanjakan setan yang difasilitasi tali tambang dengan kemiringan 75-85 derajat. Jika di cibodas terdapat satu tanjakan setan, di dempo akan kita jumpai empat tanjakan setan, hufffttt.
Tanjakan |
Setelah 7 jam pendakian tibalah kami di pelataran (camping ground). Tanpa basa basi kami langsung mendirikan tenda karena udara dingin mulai terasa menggerogoti tubuh kami. Sebenarnya jarak dari pelataran ke puncak dempo hanya 30 menit lagi tapi kami memilih untuk bermalam di pelataran dan melanjutkan summit attack esok subuh.

Camp
Malam itu, tidur nyenyak di suhu rendah hanyalah sekedar angan-angan. Tak semua anggota tim dapat merasakan nikmatnya belaian udara dingin dan memasuki alam mimpi. Termasuk saya pun yang tidak bisa tidur dan bergabung di tengah tenda bercengkrama dan menjalin keakraban sambil menghangatkan tubuh. Jam 5.30 tim bersiap untuk summit attack, karna jarak yang tidak terlalu jauh dari camping ground maka kami bisa sedikit bersantai ria .
Tim di Puncak Gunung Dempo |

Puncak Gunung Dempo

No comments:
Post a Comment